Minggu, 06 Maret 2011

Nafsu Seks Yang Tak Terbendung

Menjadi istri kedua dari pengusaha kaya dan terpandang menjadikan aku wanita yang berlimpah akan harta dunia. Apapun bisa aku beli dengan uang yang tidak ada habisnya. Namun masalah usia lah yang paling mengganggu, suamiku sudah menginjak usia kepala lima, sedangkan aku baru kepala tiga. Di umurku yang terbilang masih energik, nafsu seksku sering tak terkontrol.

Akhir akhir ini libidoku selalu tinggi menuntut pemuasan dari suamiku namun aku jarang mendapatkan. Pertama karena sering aku ditinggal olehnya untuk mengurusi bisnis sampai keluar negeri. Kedua karena kemampuan sexuilnya yang sangat mundur. Padahal diawal perkawinan kami suamiku termasuk jagoan ranjang. Aku selalu dimanjakan dengan berbagai variasi sex setiap malam. Kenikmatan yang tidak pernah kuperoleh dari mantan suami pertamaku yang meninggalkanku.
Untuk menuntaskan gairah terus mendesak aku sering melakukan masturbasi. Ada banyak koleksi mastubator yang kumiliki. Aku paling suka memakai dildo yang bisa bergoyang dilengkapi cabang kecil untuk menggetarkan kelentitku. Kalau sudah begitu aku hanya bisa mengerang erang sambil berkelonjotan diranjang menikmati sensasi alat yang luarbiasa itu. Dalam semalam aku bisa orgasme beberapakali.
Beberapa bulan lalu ada penggantian instruktur senam aerobik yang rutin kuikuti. Dari wanita diganti seorang pria. Orangnya masih muda, duapuluhlimaan tahun kira kira. Berkulit agak gelap Wajahnya biasa saja namun ia terlihat sangat macho, bodynya tinggi besar dan kekar.Bram, nama pria itu langsung menjadi bahan pergunjingan ibu ibu anggota klub. Hampir semua menyatakan kekaguman padanya bahkan ada yang tanpa sungkan ngomong kalau pingin bercinta dengannya. Meski aku juga tertarik pada lelaki itu namun aku masih bisa menyembunyikannya sehingga tidak terkesan cewek murahan.
Setelah beberapa kali pertemuan perhatian Bram lebih tertuju pada diriku ketimbang yang lain padahal mereka tidak kalah cantik dan menarik dariku. Barangkali karena sikap sedikit cool yang kutunjukkan membuat Bram menjadi tertantang untuk mencoba mendekatiku. Banyak cara yang ditempuhnya seperti mengirimiku sms berisi sanjungan kecantikan diriku disertai ajakan untuk berkencan. Beberapa minggu aku bisa bertahan dari rayuannya yang tanpa lelah. Namun akhirnya aku luluh juga.
Suatu kali aku diundang kepesta taman ulangtahun Nunung sesama anggota klub yang diadakan di sebuah hotel berbintang dikotaku. Malam itu aku sengaja memilih gaun terusan berwarna hitam model terbuka dibagian atas. Sehingga punggung dan belahan payudaraku yang montok tampak terpampang penuh undangan. Aku merasa begitu seksi saat berdiri dimuka cermin besar dikamar tidurku.Bram datang menjemput sekitar jam tujuh malam. Dan kulihat kedua pupil matanya membesar saat menatap penampilanku malam itu
“ Tante Lisa benar benar cuantikk ….!” rayunya menyatakan kekagumannya.
“ Ahhh!” sahutku menahan letupan rasa banggaku dipuji seperti itu.
“ Yuk langsung cabut aja ya Bram?” ajakku seraya menggamit tangannya.
Acara telah dimulai saat kami tiba dilokasi. Taman hotel yang dipakai untuk acara telah penuh sesak di padati tamu undangan yang datang berpasang pasangan. Semua meja telah terisi yang terisa hanyalah dibagian paling belakang paling pojok dan rada gelap lagi. Kami kesulitan menyimak acara potong kue yang sedang berlangsung yang diteruskan dengan acara frenchkising dengan suami nya. Terdengar gemuruh tepuktangan para undangan menyemangati acara tersebut. Daripada bengong kuambil sebungkus rokok dari tas tanganku. Bram dengan sigap menyodorkan api pada ujung rokok yang saat itu tergamit bibirku. Lalu kami ngobrol dengan santai. Mulanya Bram menceritakan beberapa cerita yang lucu sampai aku terpingkal pingkal mendengarnya. Dan tanpa disadari kami terlibat obrolan yang lebih intim. Bram cerita kalau pacarnya yang berada di Kaltim mesti ia tinggalkan karena ia harus mengejar karier di Jawa sebagai persiapan masa depan rumah tangga mereka kelak.
“ Demi pujaan hati nih!” sindirku.
“ Abis gimana lagi, Tante! Aku sudah memperawaninya dan pihak keluarganya menuntut aku bertanggungjawab!” selorohnya tanpa bisa ditahan.
“ Dasar lelaki! Bisanya cuma menghisap madu perempuan lalu ditinggal minggat!”
“ Nggaklah Tante! Aku cowoq yang berkomitment dan menghargai wanita koq!” balasnya
Kutatap wajahnya seolah hendak memberi penilaian. Bram memonyongkan mulutnya sehigga tampak sangat lucu. Kamipun tertawa.
“ Gantian cerita dong Tante soal kehidupan Tante…..” sela Bram setelah tawa kami mereda.
Lalu aku mulai menngisahkan hidupku. Bagaimana aku ditinggal suami pertamaku. Menjadi sekretaris diperusahaan P Burhan sampai aku dijadikan istri keduanya saat ini. Dan tanpa sungkan sugkan lagi kusampaikan beban hidupku yang sering kesepian.Tidak terasa tangan Bram telah di lingkarkanpada pundakku. Jarinya mengelus elus rambutku dengan sangat mesra. Aku begitu terhanyut dengan romantisme yang di sodorkannya. Ia semakin merapatkan duduknya.Ia semakin berani. Ia tempelkan bibirnya pada bibirku mencoba memanfaatkan kesempatan yang terbuka. Semula ku tolak dengan halus takut dilihat tamu tamu lain. Namun Bram terus saja mendesak dan meyakinkan diriku kalau semua orang perhatianya sedang terpusat pada penyayi yang sedang beraksi dipangung depan..Akhirnya aku tak mampu lagi menghindar.
Lidahnya menerobos masuk mencari cari lidahku. Lalu dengan gemas ia menghisapinya. Napasku dengan cepat terdengar memburu. Apalagi ketika tangan Bram telah disusupkan pada ujung gaunku.
Tangannya dengan ahli meraba raba pahaku membuat desiran gairahku meletup letup di dada. Terasa celah diantara pahaku mulai basah dan terus keluar sampai merembes kecelana dalam. Kupejamkan mata membiarkan lelaki itu terus menggerayangi bagian tubuhku yang diingininya.
Sebelum semuanya berlanjut tiba tiba kami dkejutkan oleh tetesan tetesan air yang jatuh dari langit. Dengan cepat tetesan itu berubah menjadi hujan yang mengucur dengan deras. Sehingga semua tamu dibuat kalang kabut dan berlarian mencari tempat berteduh. Aku hanya bisa mengangguk saat Edo mengajakku meninggalkan tempat pesta. Ia menarikku kedalam mobil Forsa sportynya.
Malam itu aku tidak mampu menolak ketika Bram membawa mobilnya memasuki halaman sebuah hotel yang tidak seberapa jauh letaknya dari tempat pesta tadi mengajak check in..Gairahku saat itu sudah naik tinggi dan hanya mengingini penuntasan darinya.Kami tidak kesulitan mendapat kamar karena kondisi huniannya memang lagi sepi. Bram segera menarikku masuk kedalam kamar. Ia tampak tidak sabar lagi ingin segera melumat diriku. Sesampai dikamar Bram langsung menyerbuku dengan ciuman ciumannya yang panas. Sedikit demi sedikit aku terdorong ketepi ranjang sampai terbaring disana. Bram menindihku dan terus mengkorek korek mulutku dengan lidahnya. Tanpa terasa satu persatu pakaian yang menutupi tubuhku berhasil dilucutinya. Ia menatap tajam kearah payudaraku dan berulangkali menyatakan kekagumannya. Lalu ia sergap menggunakan tangan dan mulutnya.
Dengan cepat putingsusuku mengeras. Kurasakan celah diselakanganku mulai lembab kemudian basah oleh keluarnya lendir hangat dari dalam. Sekitar vaginaku menjadi terasa sangat gatal minta dibelai. Aku nekad menarik tangan Bram kebawah. Ia menurut. Tangannya ia gerakkan menuruni perutku, terus turun sampai kebulu bulu kemaluanku yang sangat lebat. Ia belai belai sejenak sebelum ia gerakkan tangannya ebih kebawah.
“ Uuuuhh…….” Desisku saat jemarinya menyentuh kelentitku yang sudah sangat menonjol lalu mempermainkan sesukanya
.
Kini Bram menyurukkan muka tepat diselakanganku lalu mulai mencumbu vaginaku dengan sangat lahap. Ujung lidahnya ia gunakan untuk menggeletiki klitorisku. Aku semakin sering mendesah karena rasa nikmat bercampur geli yang menguasai sekitar memekku. Setelah hampir sepuluh menit, aku benar benar mendekati klimaks, kuminta Bram menghentikan cumbuannya.
“ Cu…kup Sayangggggg! Sekaranggg…. Oh! Sekarang setubuhi akuuuu!” seruku penuh birahi.
Lelaki itu menurut. Ia segera meninggalkan selakanganku kemudian dengan cepat ia lepaskan pakaiannya. Kulihat otot diselakangannya sudah sangat tegang. Ukurannya sangat besar sekitar dua inci dengan panjang duapuluhan centi. Berwarna hitam mengki lat penuh urat urat yang menonjol dibagian batangnya. Aku sempat berdecak takjub menyaksikannya.
“ Cepetan dongggg, Bram! Tante sudah ga tahan nich pingin nyobain kontol segede gitu!” seruku sembari mengusap usap sendiri kelentitku dengan jari
.
Bram menghampiriku sambil mengenggam batang kemaluan supernya yang diarahkan tepat keliang vaginaku yang sudah sangat ingin dimasuki. Sejenak ia gesek gesekkan kebibir celah yang penuh lendir licin. Setelah yakin terlumasi ia mulai memasukkan ujung penisnya.
“ Ohhhhhgggggffff….ssss” pekikku saat liang vaginaku yang sempit dijejali kontol sebesar itu.
Dengan perlahan Bram melesakkannya. Semakin dalam……hingga amblas seluruh batang itu dalam vaginaku. Kemudian ia mulai menggerakkan pinggul naik turun sehingga batang kemaluannya bergerak keluar masuk menggesek gesek dinding dinding liang senggamaku. Terasa sangat mantap dijejali penis segede itu jauh lebih nikmat dari punya Mas Burhan yang berukuran biasa.
“ Gilaaa, memekmu nikmat buangettt Tanteeee….” Ujarnya berulang ulang sambil terus menyetubuhiku dengan sangat bersemangat
.
Kugoyangkan pinggul secara mendatar agar sodokan kemaluan Bram semakin sering menyentuh G spotku. Mula mula perlahan…. Semakin lama bertambah cepat dan…… Aku harus menjerit saat kulampaui puncak.
Setelah reda, Bram mencabut kemaluannya lalu menyodorkannya kemulutku. Kusambut dengan gengaman tangan dan lidahku. Sepanjang benda itu kujilati dengan telaten mulai dari ujung hingga ke kantung pelir dibawahnya. Lalu kucoba mengulumnya. Sementara itu Bram mengulurkan tangan kearah selakanganku. Ia mencoba memanaskan gairahku kembali.
Kami bergulingan diranjang untuk merubah posisi. Sekarang aku yang ada diatas mengangkang mengarahkan vaginaku tepat diatas mulutnya. Sementara aku asyik mengulum batang kemaluannya yang tepat berada dibawah mulutku. Kami saling hisap dan menjilat apa yang ada dihadapan kami. Semakin lama kami semakin terdesak untuk segera meningkatkan level permainan yang lebih nikmat.
Kubalikkan badan menghadapinya sementara tanganku masih menggenggam erat batang kemaluan nya sambil mendongakkanya keatas. Kutempelkan liang vaginaku pada ujungnya lalu dengan perlahan kutekan pinggulku kebawah. Dan, “ BLESHHHH!” benda itu melesak masuk kembali.
Kugoyangkan pinggul dengan sangat liar diatas tubuhnya maju mundur menghentak hentak!. Sementara itu Bram menggunakan tangannya untuk meremas remas payudaraku yang berada tepat didepannya.
Dalam hitungan menit aku merasakan lecutan ketegangan kembali. Berawal dari sekitar vaginaku lalu dengan sangat cepat merata keseluruh bagian tubuhku yang lain. Kupeluk erat erat pundak Bram ketika diriku dihampiri orgasme yang keduakalinya.
“ Aaaaaaaaaaaaaaaggggggggggggggh hhhh……….! Seruku.
Setelah mereda kucium bibirnya sebagai ungkapan terimakasih telah memberiku multi orgasme. Lalu kugulirkan badan kearah bawah. Kukocok kocok batang zakarnya yang sudah sangat ngaceng itu sambil mengulumnya dengan lahap.
Akhirnya batang itu menggeliat geliat. Ujungnya bergetar hebat sembari memuntahkan cairan putih kental berkali kali….. Sangat banyak yang segera membasahi wajahku.
Sejak saat itu aku menjalin hubungan gelap dengannya sekedar memuaskan nafsu berahi ku yang tidak terpuaskan lagi oleh Mas Burhan, suamiku. Aku memang cukup pandai menyembunyikan rahasia sehingga suamiku tidak pernah menyadari perselingkuhanku. Aku menungu dengan sabar sampai suamiku pergi berbisnis keluar kota, untuk berayik maaasyuk dengan pemuda idamanku.
Seperti hari hari biasa saat suamiku mesti terbang meninggalkan kota kami, sejak sore aku sudah mengontak Bram Malam itu seperti biasa kami check in disebuah hotel berbintang empat dikawasan Simpang Lima. Setelah dugem sebentar dikafe sambil menenggak beberapa butir ektasi aku mengajak Bram masuk kekamar. Malam itu menjadi malam yang penuh gairah bagi kami berdua. Barangkali karena pengaruh obat haram itu atau memang karena kami sudah sangat rindu meretas asmara bersama setelah hampir sebulan kami terpaksa menahan diri.
Bram dengan sangat bernafsu menindih tubuhku yang sudah telanjang bulat. Ia menyerbu bibirku dengan ciuman ciuman yang sangat bergairah seakan sedang menuang kerinduan nya selama ini. Tangannya yang kekar telah mendarat dipayudaraku. Ia meremasinya dengan penuh nafsu. Putingsusuku dipilin pilinnya dengan sangat ahli sehingga aku merintih rintih keenakan.
Lalu dengan penuh semangat Bram mencumbu vaginaku yang memang merindukan sentuhannya. Ia menjilat serta menggelitiki sekitar liang syahwatku dengan sangat terlatih sehi-ngga aku semakin dibakar oleh gairah berahi yang menyala nyala. Kelentitku telah sangat bengkak dan sangat menonjol diatas liang vaginaku yang sudah sangat basah oleh lendir berahi. Setiap jilatan dan lumatan lidah Bram menciptakan sensasi kenikmatan tiada tara. Sementara itu aku asyik meremas remas sendiri kedua susuku yang montok dan sangat kenyal. Benda yang selalu diingi setiap lelaki untuk dipermainkannya. Juga kupilin pilin kedua putingnya karena dengan cara seperti itu menambah kenikmatan yang berlipat lipat untukku.
Setelah sekian menit aku merasa mulai mendekati klimaks, maka aku meminta Bram agar segera menuntaskan gairahku dengan menancapkan penisnya yang berukuran super jumbo itu. Sambil menunggu Bram selesai melepas pakaiannya sengaja aku menatapnya sambil mengesek gesekan jari pada tonjolan kelentitku, sembari membayangkan betapa nikmat saat liang vaginaku dijejali benda itu seperti hari hari yang lewat.
Bram saat itu sengaja menggoda. Ia gosok gosok batang kemaluannya didepanku dan dari gelagatnya tidak akan segera menyetubuhiku . Aku dibuatnya gemas dan geregetan.
“ Sialannn lu Bram! Cepetan dong dimasukinnnnn!” seruku sewot.
Bram menyeringai penuh kemenangan. Ia akhirnya menghampiriku. Ia tempelkan ujung batang kemaluannya pada celah kemaluanku. Digesek geseknya sejenak sekedar melumasinya dengan lendir birahiku yang sangat licin. Diperlakukan seperti itu aku semakin terangsang dan semakin ingin secepatnya dimasuki. Sehingga dengan gusar kusuruh ia segera menusukkan benda yang sangat kuingini saat itu.
“ Cepetan donggg Bram! Tante udah gatel nichhhh! Celupin aja sekarang Bram!!!” seruku histeris.
Akhinya Bram menurut dan menjejalkan batang kemaluannya yang sangat besar kedalam liang senggamaku yang cukup sempit. Aku merintih rintih selama proses pemasukan itu saking sesaknya liang vaginaku. Namun dengan sangat cepat otot otot liang senggamaku bisa menyesuaikan ukurannya sehingga menit menit selanjutnya dengan lancar Bram bisa mengeluar masukkan penis kudanya.
Malam itu ia menyetubuhi diriku dengan sangat bersemangat lebih dari hari hari yang pernah kami lewati bersama. Aku merasa seperti diterjang gelombang kenikmatan yang begitu hebat. Aku hanya bisa menjerit jerit sambil memutar mutar pinggulku. Suatu kali gelombang asmara itu menyeret diriku ketempat yang paling tinggi seperti melemparkan aku ke awan awan. Tubuhku mengejangggg dan bergetarrrrrrrrrr ketika berada dipuncak. Sambil menjerit panjang kupancarkan cairan syuurgawi penuh kenikmatan dari hulu liang rahasiaku.
Gelombang itu menghempaskan tubuhku kembali kebawah. Ketika sadar aku telah terlentang diatas ranjang sedang ditiduri pejantan berpostur tinggi besar.Kubuka mataku.
“ elu emang muantabb Bram!” ucapku penuh kepuasan.
Kukecup bibirnya sekedar memberi ucapan terimakasih. Lelaki itu malah menuntut lebih ia memaksa untuk ber French Kiss ria. Kulayani keinginannya dengan menjulurkan lidah dengan berani menerobos rongga mulutnya. Bram menangkap lidahku kemudian menghisapinya dengan bernafsu.
Aku masih merasakan ketegangan penisnya dalam jepitan liang vaginaku karena ia memang belum mengalami ejakulasi. Aku sadar harus membagi kenikmatan padanya sehingga kuminta ia menggulirkan badannya turun dari tubuhku. Ia telentang menunggu di atas ranjang. Sekarang aku yang membuat ia harus merem melek di serbu badai kenikma tan yang dahsyat saat aku mengulum sekaligus mengocok batang kemaluannya. Dengan lahap kukeluar masukkan penisnya yang memenuhi rongga mulutku.
Aku tidak mau Bram segera menyerah dan menyemburkan maninya sebelum ia memberi aku orgasme yang kedua. Maka aku segera mendekap serta mengangkanginya. Kudongak kan senjata mautnya keatas tepat menempel di celah memekku. Lalu aku turunkan pinggul sehingga ujung batang itu menerobos masuk.
Kuputar putar pinggulku maju mundur diatas tubuhnya dengan gaya yang sangat binal. Saking semangatnya kedua buahdadaku yang berukuran besar yang menggelantung tepat dimukanya ikut bergoyang goyang bahkan sampai menepuk nepuk pipinya. Bram menjadi geregetan lalu ia remas remas dengan penuh nafsu sambil menghisapi putingnya. Dalam setiap gerakan aku berusaha dengan sangat keras untuk menggosok gosokkan kelentitku pada pangkal kemaluannya yang penuh ditumbuhi rambut sementara liang senggamaku digocoh penisnya yang sangat nikmat. Kelentitku semakin lama semakin bengkak! Terasa semakin geli serta minta terus digesek gesek. Tidak lama kemudian pertahananku kembali jebol. Kupeluk pundaknya erat erat sambil menekan kelentitku dengan sangat kuat pada pangkal kemaluannya.
“ Aaaaaaacccchhhhggggg…………..” pekikku saat mengalami orgasme kedua.
Setelah mereda kembali kuciumi bibir Bram. Namun ia seperti mengisyartkan sebuah tuntutan agar aku segera memuaskannya dengan kuluman mulutku. Aku menurutinya. Kuhampiri batang kemaluannya yang masih tegak berdiri. Berwarna hitam mengkilat ka-rena basah oleh lendir vaginaku. Aku mengulumnya dan mengocok benda pemberi sejuta kenikmatan itu.
Terus mempermainkannya hingga su atu saat batang kemaluannya bergetar serta menggeliat geliat hebat dalam genggamanku. Bram melenguh panjang saat ujung kemaluannya memancarkan cairan kental berwarna putih berulang kali.
Kubiarkan spermanya jatuh dipipiku sambil menikmati kehangatan dan aroma cairan kejantananya yang selalu kuingini. Malam itu Bram cukup banyak memuntahkan mani sampai meleleh keleher dan dadaku Lalu kujilati ujung penisnya sampai bersih

Tidak ada komentar: